A. Deskripsi Program
Program Pembinaan Kompetensi Kepesantrenan merupakan program strategis Ma’had Al-Jami’ah Universitas Qomaruddin Gresik yang dirancang untuk membangun, mengembangkan, dan mengevaluasi kompetensi keagamaan mahasiswa secara sistematis dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu:
- Pemetaan kompetensi awal (assessment)
- Pembinaan dan pendampingan (mentoring)
- Penilaian dan evaluasi kompetensi (evaluation)
Melalui pendekatan ini, program akan mengukur kemampuan mahasiswa, dan memastikan adanya proses pembinaan yang terarah hingga tercapainya standar kompetensi kepesantrenan yang diharapkan.
B. Latar Belakang
Sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren, Universitas Qomaruddin memiliki komitmen untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik, dan memiliki karakter kepesantrenan yang kuat. Namun demikian, mahasiswa berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam, sehingga memiliki tingkat kompetensi keagamaan yang berbeda-beda. Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam:
- Kemampuan membaca Al-Qur’an
- Hafalan Al-Qur’an
- Kemampuan membaca kitab kuning
- Praktik ibadah (ubudiyah)
Oleh karena itu, diperlukan program pembinaan yang berbasis data, terstruktur, dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
C. Tujuan Program
Program ini bertujuan untuk:
- Mewujudkan implementasi visi universitas yang berkarakter pesantren
- Membekali mahasiswa dengan kompetensi keagamaan yang komprehensif
- Melestarikan tradisi keilmuan pesantren dan dakwah Islam
- Mempersiapkan mahasiswa sebagai agen dakwah dan pengabdian masyarakat
- Menguatkan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah
D. Tahapan Pelaksanaan Program
Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan:
1. Pemetaan Kompetensi (Assessment).
Tahap awal dilakukan melalui uji kompetensi keagamaan untuk mengidentifikasi kemampuan mahasiswa dalam:
- Membaca Al-Qur’an (berbasis level 1–5)
- Hafalan Al-Qur’an
- Membaca kitab kuning
- Praktik ibadah (ubudiyah)
Pemetaan ini menjadi dasar dalam:
- Penentuan level pembinaan
- Pengelompokan kelas
- Perancangan strategi pembelajaran
2. Pembinaan dan Pendampingan (Mentoring)
Setelah pemetaan, mahasiswa mengikuti proses pembinaan melalui model mentoring berbasis Project-Based Learning (PjBL). Pembinaan dilakukan dengan:
- Pengelompokan mahasiswa berdasarkan level kompetensi
- Pendampingan oleh dosen/mentor
- Kegiatan pembelajaran terstruktur dan berjenjang
- Monitoring dan evaluasi berkala
Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk:
- Ma’had Al-Jami’ah
- Fakultas dan program studi
- Lembaga penjamin mutu
3. Penilaian dan Evaluasi (Evaluation)
Tahap akhir berupa penilaian kompetensi untuk:
- Mengukur capaian pembelajaran mahasiswa
- Menentukan kelulusan program
- Mengevaluasi efektivitas pembinaan
Penilaian dilakukan melalui:
- Tes membaca Al-Qur’an berbasis level
- Observasi praktik ibadah
- Evaluasi hasil pembinaan
Selain itu, dilakukan analisis hubungan antara:
- Kompetensi membaca Al-Qur’an
- Kompetensi menghafal Al-Qur’an
- Kompetensi ubudiyah
- Kompetensi memahami kitab kuning
Hasil menunjukkan adanya hubungan positif diantara kompetensi tersebut, meskipun tidak bersifat absolut.
E. Output dan Dampak Program
Program ini menghasilkan:
- Pemetaan komprehensif kompetensi keagamaan mahasiswa
- Sistem pembinaan berbasis level dan kebutuhan
- Peningkatan kualitas kompetensi keagamaan mahasiswa
- Data akademik sebagai dasar pengambilan kebijakan
Dampak utama:
- Mayoritas mahasiswa memiliki kompetensi dasar ubudiyah
- Ditemukan kebutuhan signifikan pada pembinaan hafalan dan kitab kuning
- Terbentuk sistem pembinaan yang lebih terarah dan berbasis data
F. Manfaat Program
Bagi Mahasiswa:
- Mendapatkan pembinaan keagamaan yang terstruktur
- Meningkatkan kompetensi sebagai bekal pengabdian masyarakat
Bagi Universitas:
- Mendukung implementasi visi berkarakter pesantren
- Memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan
Bagi Masyarakat:
- Menghasilkan lulusan yang siap menjadi agen dakwah dan sosial
G. Dokumentasi Kegiatan





